Muqaddimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

banner

BERKIBARLAH BENDERA NEGARAKU, NEGARA ISLAM INDONESIA, SEMOGA DENGAN BERKIBARMU MAKA BERKIBARLAH SEMANGAT PARA MUJAHID UNTUK MEMPERJUANGKAN ZHAHIRNYA NEGARA KARUNIA ALLAH – NEGARA ISLAM INDONESIA, INSYA ALLAH

jakarta-panorama

AMANAT

IMAM ASY – SYAHID SEKARMAJI MARIJAN KARTOSUWIRJO RAHIMAHULLAH:

“Kami percaya dan yakin, bahwa Saudara-saudara sekalian pastilah akan mentaati perintah harian ini dengan ikhlas dan ridho, demi keselamatan Jami’atul Mujahidin seluruhnya, demi keselamatan Negara Islam Indonesia, dan demi kemuliaan Islam semata.” “TERUSKAN PERJUANGAN SESUAI DENGAN KONDISI DAN SITUASI YANG DIHADAPI”

5315_1455527784711940_3573425953937451032_n

WASIAT  

IMAM ASY – SYAHID SEKARMAJI MARIJAN KARTOSUWIRJO RAHIMAHULLAH:

Pada pertemuan dengan para panglima/prajurit (Mujahid) pada tahun 1959 diantaranya menyampaikan ; “Saya (Imam) melihat tanda-tanda bencana angin yang akan menyapu bersih seluruh mujahid kecuali yang tinggal hanya  serah/biji mujahid yang benar2 memperjuangkan /mempertahankan tetap tegaknya Negara Islam Indonesia sebagaimana diproklamasikan tanggal 7 Agustus 1949.

Disaat  terjadinya bencana angin tersebut ingatlah akan semua wasiat saya ini :

  1. Kawan akan menjadi lawan, dan lawan akan menjdi kawan.
  2. Panglima akan menjadi Prajurit, Prajurit akan menjadi   Panglima.
  3. Mujahid akan menjadi luar mujahid, luar mujahid akan menjadi mujahid.
  4. Jika mujahid telah ingkar, ingatlah !”Itu lebih jahat dari iblis” sebab dia mengetahui  strategi rahasia perjuangan kita, sedang musuh tidak mengetahui. Demi kelanjutan tetap  berdirinya Negara Islam Indonesia, maka tembaklah dia.
  5. Jika Imam berhalangan,dan kalian terputus dengan Panglima, dan yang tertinggal hanya  Prajurit petit saja, maka prajurit petit harus sanggup tampil jadi Imam.
  6. Jika imam menyerah tembaklah saja, sebab itu berarti iblis jika imam memerintahkan terus berjuang, ikutilah saja sebagai hamba Allah SWT.
  7. Jika kalian kehilangan syarat berjuang, teruskanlah perjuangan selama pancasila masih ada, walau gigi tinggal satu, dan gunakan gigi yang satu untuk menggit.
  8. Jika kalian masih dalam keadaan jihad, ingatlah rasa aman itu sebagai racun.

Diakhir wasiat itu beliau mengatakan  :

“Bila kalian ingin Indonesia ini makmur sentosa dan dalam RIDHA ALLAH, maka lawanlah Soekarno.  Bila kalian ingin Indonesia makmur sentosa tetapi dalam LAKNAT ALLAH, maka tembaklah saya dan berpihaklah dengan Soekarno, mana yang kalian pilih?  Ketika itu semua perwira dan prajurit yang tersisa menangis haru dan bertekad bulat untuk tetap berdiri di belakang Imam mempertahankaan NII dari serangan militer RIS.

Dalam Konteks hari ini wasiat ini dapat dimaknai :

Bila kalian ingin Indonesia ini MAKMUR SENTOSA dan dalam RIDHA ALLAH, maka PERJUANGKANLAH Tegaknya NEGARA KARUNIA ALLAH – NEGARA ISLAM INDONESIA. Tapi Bila kalian ingin Indonesia makmur sentosa tetapi dalam LAKNAT ALLAH maka berpihaklah kalian dengan NKRI dan Pancasilanya. 

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS Ali Imran : 144 )
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. ( QS Al Nur : 55 )
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. ( QS Ali Imran : 102)
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran : 103 )
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. ( QS Ali Imran : 104 )
وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,  ( QS Ali Imran : 105 )
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. ( QS Ali Imran : 106 )
وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. ( QS Ali Imran : 107 )
تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعَالَمِينَ
Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya. ( QS Ali Imran : 108 )

Tanggal 12 dan 13  Pebruari 1948 merupakan tonggak sejarah perjuangan penegakan kekhalifahan (kedaulatan) kerajaan Allah di mukabumi pasca tumbangnya Kekhalifaan Turki Utsmani, dengan berkumpulnya 362 orang tokoh dan ulama di desa Cisayong Tasikmalaya  yang di kenal dengan “ KONGRES CISAYONG” dan memutuskan  7 program perjuangan ummat islam :

  1. Mendidik rakyat agar cocok menjadi warga negara islam
  2. Memberikan penerangan bahwa Islam tidak bisa di menangkan dengan Flebisit.
  3. Membentuk daerah basis.
  4. Memproklamasikan berdirinya NII .
  5. Memperkuat NII kedalam dan keluar, kedalam: Memberlakukan Hukum Islam dengan seluas-luasnya dan sesempurna-sempurnanya,  keluar: Meneguhkan identitas internasionalnya, sehingga mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain.
  6. Membantu perjuangan muslim dinegara negara lain, sehingga mereka segera bisa melaksanakaan wajib sucinya, sebagai hamba Allah yang menegakan hukum Allah di bumi Allah
  7. Bersama negara–negara Islam yang lain,  membentuk Dewan Imamah Dunia untuk memilih seorang khalifah, sehingga tegaklah KHILAFAH di muka bumi.
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS Al Nur 24 : 55)

cropped-benderaw1.jpg