Nahdlatul Islam bi Ittihadul Ummat

Merupakan tulisan penutup dari MANIFESTO POLITIK NKA NII

Oleh : Mujadid  Abu Qital—  KSU APNII

 

Realitas kondisi di Indonesia maupun di dunia dalam kenyataannya merupakan sebuah peradaban yang terbentuk oleh berbagai ideologi yang berpangkal dari hawa nafsu _pemikiran manusia_ semata. Berbagai macam ideologi tersebut jika ditarik garis kebelakang merupakan representasi dari mereka yang berjalan di atas shiratal maghdubuun dan yang berjalan di atas shiratadh dhaallun. Yaitu suatu jalan yang menuju peradaban orang-orang kafir dan orang-orang syirik dan akhir dari perjalanan peradaban mereka adalah neraka jahannam.

Dan peradaban tersebut telah menolak dengan tegas dan pasti adanya ideologi yang terbangun dari spirit wahyu, yaitu ideologi Islam yang terjamin mampu membangun peradaban yang sempurna sesuai yang dikehendaki oleh Pencipta, Pemilik dan Penguasa makhluk. Ideologi Islam merupakan representasi dari mereka yang berjalan di atas shiratal mustaqiem, dimana akhir dari perjalanannya adalah darul islam wa darussalam.

Atas realitas peradaban yang dibangun kaum kafirin wal musyrikin, sesungguhnya perlawanan ummat Islam terhadap mereka tidak pernah berhenti. Akan tetapi, perlawanan tersebut mengalamai pasang surut oleh berbagai sebab, baik disebabkan oleh kondisi internal atau yang disebabkan pihak ekternal, termasuk dalam konteks ummat Islam di Indonesia. Oleh karena itu peradaban Islam belum terbangun.

Kemudian, sebagaimana telah dimaklum, bahwa sehubungan mata rantai perjuangan Ummat Islam Bangsa Indonesia merupakan bagian dari perjuangan Islam secara global, maka Ummat Islam Bangsa Indonesia harus menyadari hal itu. Harus ada keberanian untuk tampil sebagai pelopor atau penerus kepeloporan para pejuang Islam terdahulu, dan atau di masa kini, baik dalam skala perjuangan secara local maupun internasional.

Menyongsong ayyamillah, dalam arti menyongsong kebangkitan peradaban dunia Islam di abad ke-21 (2024) adalah mempersiapkan Ummat Islam Bangsa Indonesia dalam kondisi prima, dan berada dalam satu kesatuan sistem di dalam Negara Islam Indonesia. Sehingga dengan itu, Ummat Islam Bangsa Indonesia berkesanggupan tampil sebagai “kekuatan dari Timur” untuk memenuhi harapan kaum muslimin di Dunia sehinga mereka bebas dari penjajahan kafirin wal musyrikin Eropa, Amerika, Rusia, China dan para pendukungnya.

Kewajiban Ummat Islam dalam kaitannya dengan perjuangan Islam secara global, bukan hanya disebabkan oleh adanya mata rantai secara sejarah, akan tetapi secara actual, rilis kedelapan yang di sampaikan oleh Syaikh Ayman Al-Zawahiri  hafidhaullahu, yang menyatakan “Matahari Kemenangan Bersinar dari Nusantara” merupakan sebuah seruan atau peringatan bagi Ummat Islam Bangsa Indonesia dalam melaksanakan wajib sucinya, untuk ikut serta dalam pembebasan Ummat Islam di belahan bumi lainnya.

Dalam redaksional yang khusus, beliau menegaskan:
“Saudaraku umat Islam di Timur Asia, jumlah kalian sangat banyak, bahkan kalian merupakan kaum muslimin terbanyak. Kalian adalah pintu gerbang negeri-negeri Islam di Timur. Maka kewajiban kalian amat besar dalam menjaga akidah Islam dan kehormatan kaum muslimin. Kalian sedang berperang melawan koalisi Salibis yang menyerang Islam dan kaum muslimin. Sebagaimana kalian berada dalam peperangan akidah dan politik melawan para sekularis, musuh-musuh agama, para penyembah berhala yang bernama nasionalisme. Perang kalian memiliki banyak dimensi dan banyak ‘senjata’ “

Akan tetapi, keterlibatan Ummat Islam Bangsa Indonesia dalam keterlibatannya secara global sangat tidak mungkin, apabila musuh di Dalam Negeri tidak dituntaskan, oleh karena itu Syeikh Ayman Az-Zawahiry secara esensi menyerukan agar membebaskan diri dari berhala Pancasila dan sistem sosial-politik dan ekonomi serta lainnya yang besumber dari hawa nafsu manusia yang berasal dari peradaban kafirin wal musyrikin Dunia. Dan cara membebaskan diri dari belenggu tersebut, secara tegas dan pasti adalah dengan jihad fi sabilillah atau perang suci, dan atau dengan revolusi Islam.  Allahu Akbar!!!  Allahu Akbar !!!  Allahu Akbar !!!

Mengingat dan memperhatikan realitas peradaban jahiliyah di Indonesia yang sudah semakin mengakar, maka kepada Ummat Islam Bangsa Indonesia khususnya, dan umumnya kaum muslimin Indonesia serta seluruh rakyat Indonesia telah jatuh kewajiban untuk membebaskan diri dari belenggu kejahatan tersebut. Dengan manifesto politik ini, kami pejuang untuk tegaknya Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia menyerukan dan menghimbau kepada Ummat Islam dan atau Kaum Muslimin Indonesia umumnya, secara perseorangan atau secara keorganisasian yang berada dalam tanzim harakah Islam atau di luar dari itu, untuk bersama-sama menggelorakan perubahan radikal dengan jalan revolusi Islam.

Hanya dengan jalan ini, Islam akan tegak dan hukum Islam berlaku di dalam masyarakat, sehingga keadilan dalam berbagai hal akan tampak.  Dengan spirit “Infiruu khifaafan wa tsiqaalan wa jaahidu bi amwaalikum wa anfusikum fi sabilillah….” Kita galang ittihadul ummat dalam satu kesatuan komando sebagai kekuatan untuk menghancurkan kebatilan yang telah merajalela.

Allahu Akbar!!!… Allahu Akbar!!! … Allahu Akbar!!!

Mardhatillah, 12 Syawal 1437 H / 17 Juli 2016 H

KOMANDEMEN TERTINGGI APNII
Kepala Staf Umum APNII

(Mujadid Abu Qital)

3 respons untuk ‘Nahdlatul Islam bi Ittihadul Ummat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s