Perjuangan Ummat Islam di Berbagai Bangsa Dunia, Bertujuan Untuk Menghancurkan Peradaban Jahiliyah

{ Tulisan ini adalah merupakan pidato/khutbah IMAM NII  Abu Muhammad Yusuf Thahiry (MYT) pada saat Tazkirah/peringatan Proklamasi NII yang ke 69 tahun menurut hitungan tahun Hijriyah ( 12 Syawal 1368 – 12 Syawal 1437 ) dan yang ke 67 tahun menurut hitungan tahun Miladiyah ( 7 Agustus 1949 – 7 Agustus 2016 ), acara diadakan pada hari Ahad 12 Syawal 1437 H disatu tempat lapangan terbuka di Banten, dihadiri oleh seluruh Aparat Komandemen Tertinggi APNII, Para Panglima KPWB seluruh Indonesia dan para staff, Para Panglima dan Kepala Staff KPW seluruh Indonesia, Para Komandan KOMPAS seluruh Indonesia dan para undangan dari berbagai tanzim dan haraqah dan beberapa tokoh ulama setempat, dalam acara Tazkirah tersebut IMAM NII menyampaikan pidato Amanat Imam,  dan selanjutnya pembacaan MANIFESTO POLITIK PEMERINTAHAN NKA NII yang dibacakan oleh Kepala Staff Umum Angkatan Perang NII ; Mujadid Abu Qital }

 

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Allahu akbar! … Allahu akbar! … Allahu akbar!…

Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu  wana’udzubillahi minasyaithoni rojiim tsumma na’udzubillahi minathoghuti laknatullah.Allahumma shalli ’alaa Muhammad wa ’ala aliy Muhammad wa shahbihi ajma’iin. Amma ba’du …

Ummat Islam Bangsa Indonesia di masa kini, masih berkesempatan melaksanakan amal shaleh yang bernilai tinggi, yaitu jihad fi sabilillah bagi tegaknya Negara Karunia Allah, Negara Islam Indonesia. Semoga para pejuang seluruhnya istiqamah dan hanya ridla Allah SWT yang diharap, itulah shirathal mustaqiem, yaitu jalan yang pernah dilalui oleh para  anbiya, shadiqien, syuhada, dan shalihin bagi kehancuran peradaban jahiliyah dan tegaknya peradaban Islam. Dalam bahasa wahyu, yaitu suatu perjuangan mengeluarkan suatu masyarakat(kaum) dari keadaan dhulumat kepada nuur. Kita ridla dengan perjuangan ini dan Allah SWT-pun pasti ridla, insya Allah kita akan sampai pada maqam ridla.

 Allahu akbar! … Allahu akbar! … Allahu akbar!…

Mata rantai perjuangan Ummat Islam Bangsa Indonesia bagi tegaknya peradaban Islam di bumi Indonesia merupakan  matai rantai yang tidak terpisah dari perjuangan Islam secara global, dalam arti bagi tegaknya khilafah fil ardh pasca khilafah Turki Utsmani yang runtuh pada tahun 1924 M. Keterikatan mata rantai ini terbangun ketika HOS Cokroaminoto dan KH. Mas Mansyur sebagai tokoh dari Sarekat Islam dan Tokoh Ormas Islam Muhammadiyah, ikut serta dalam Kongres Dunia Islam di Mekkah pada tahun 1925, pasca keruntuhan khilafah Turki Utsmani, yaitu  Muktamarul ‘Alamil Islami far’ul Hindish Syarqiyah_Kongres Dunia Islam Hindia Timur).

Kongres ini diprakarsai oleh tokoh-tokoh pergerakan Islam di Dunia dan sengaja diadakan oleh karena dua sebab, yaitu sehubungan keruntuhan Khilafah Turki Utsmani dan sehubungan keberhasilan Abdul ‘Azis Ibnu Sa’ud dalam melakukan revolusi untuk menggulingkan kekuasaan Syarif Husen sebagai boneka Inggris di Saudi Arabia pada tahun 1925. Peserta Kongres secara bulat mendaulat Abdul ‘Azis Ibnu Sa’ud untuk menjadi Khalifah, akan tetapi beliau menolak. Kemudian, dalam kongres tersebut HOS. Cokroaminoto yang mengatasnamakan Umat Islam Bangsa Indonesia menyatakan, Jika yang mulia Abdul Azis Ibnu Sa’ud tidak bersedia menerima amanat sebagai Khalifah Islam yang merupakan kelanjutan khilafah Turki Utsmani, maka kami Umat Islam Bangsa Indonesia yang akan mempelopori dan memperjuangkan kelanjutan khilafah fil ardh, dan akan dimulai dari Indonesia.  Pernyataan HOS Cokroaminoto tersebut bukan sebuah retorika tanpa keyakinan, akan tetapi merupakan sebuah tekad yang harus diperjuangkan. Setelah berkonsentrasi mengenyahkan penjajah imperialis Belanda dan Fasis Jepang, serta di masa revolusi nasional berlangsung, yang beralih sifat dan bentuk menjadi Revolusi Islam, kemudian Ummat Islam Bangsa Indonesia memproklamirkan Negara Islam Indonesia sebagai titi tolak tegaknya khilafah fil ardh. Dengan demikian, tunailah sudah apa yang menjadi janji HOS Cokroaminoto yang dinyatakan dalam Kongres Dunia Islam pada tahun 1925 tersebut. Oleh karena itu, bendera resmi Negara Islam Indonesia adalah  ”merah putih, bulan bintang”. Dimana makna yang terkandung didalamnya menggambarkan sejarah panjang perjuangan Ummat Islam Bangsa Inodnesia dalam mengenyahkan imperialis Belanda dan bermata rantai dengan khilafah Turki Utsmani.

 Allahu akbar! … Allahu akbar! … Allahu akbar!…

Perjuangan kaum muslimin di berbagai bangsa di Dunia dewasa ini, yang bertujuan untuk menghancurkan peradaban jahiliyah, yaitu peradaban yang berakar dari ideologi kapitalisme dan sosialisme, belum sampai kepada tujuan perjuangannya, yaitu lenyapnya fitnah, termasuk di Indonesia, dimana ”berhala” Pancasila masih menghiasi peradaban jahiliyah Indonesia. Atas realitas pergerakan Ummat Islam dan kaum muslimin untuk melawan peradaban jahiliyah yang terjadi di berbagai negeri  di Dunia itu, seperti di Palestina, di Irak, di Suriah, atau umumnya di beberapa negeri yang berada di jazirah Arab dan Afrika dengan cara jihad fisabilillah; bagi Ummat Islam Bangsa Indonesia dalam keterlibatannya sebagai kewajiban untuk membantu perjuangan tersebut, merupakan  fardlu kifayah. Dan yang menjadi fardlu ’ain bagi Ummat Islam Bangsa Indonesia adalah menyikapi fitnah yang ada di Indonesia. Bahkan fitnah yang tengah berlangsung di masa sekarang, kualitasnya melebihi fitnah yang sebelumnya. Kini tengah berlangsung, kekuasaan yang berhaluan ”kiri”. Secara ideologis mereka adalah atheis, dan keberadaan agama dalam sistem sosial-politik di era pemerintah kapitalism sebelumnya, telah menjadi agenda pelenyapan secara bertahap. Agama dalam pandangan mereka adalah candu. Oleh karena itu ketergantungan masyarakat Indonesia kepada agama  harus di hilangkan. Proses itu tengah berlangsung, diantaranya Perda-perda Islami buah perjuangan muslim nasionalis, dianggap sebagai penghambat pembangunan, penghambat investasi, dan dianggap melanggar HAM. Oleh karena itu perda-perda tersebut diberangus. Realitas kekafiran di Indonesia, di era penguasa yang berhaluan ”kiri”, juga nampak dengan jelas dalam kerjasamanya dengan Republik Rakyat China. Juga atas realitas politik yang berkembang di Jakarta, dimana seorang kafir China telah berkuasa. dengan congkak, bengis, dan jahat, langsung maupun tidak langsung Basuki Cahaya Purnama alias Ahok semakin mengentalkan peradaban Jahiliyah di Indonesia.

Allahu akbar! … Allahu akbar! … Allahu akbar!…

Memperhatikan kepada realitas kondisi peradaban jahiliyah di Indonesia semakin merajela. Dimana sebelumnya, kita menghadapi mereka dengan cara evolutif (dakwah _perang ideologi), maka kini sudah jatuh waktunya untuk melakukan gerakan yang bersifat revolusioner. Hanya dengan revolusi Islam, peradaban jahiliyah dapat dilenyapkan. Dan gerakan ini, insya Allah telah menemukan momentum untuk dimulai; dan waktu yang tepat, sejauh prediksi adalah dalam empat tahun kedepan. Kemudian, semoga momentum ini menjadi sebab datangnya Ayyamillah tahun 2024. Sekedar untuk menegaskan dan untuk menghilangkan syak dalam jiwa yang belum mencapai hakkul yakin, berkenaan revolusi Islam sebagai jalan (cara) untuk melenyapkan peradaban jahiliyah, ketahuilah Imam Asy-Syahid SM. Kartosoewirjo menegaskan bahwa yang dimaksud jihad fisabililah adalah perang suci atau revolusi Islam. Dengan demikian, hendaknya kita memahami bahwa revolusi Islam adalah bahasa lain dari jihad fisabilillah. Dan berkenaan dengan syari’at jihad insya Allah sama-sama telah kita maklum.

Kemudian, insya Allah juga telah kita maklum dan mafhum berkenaan dengan prinsip revolusi secara umum maupun secara khusus dalam konteks Islam. Bahwa Revolusi Islam itu bersifat al hadama wal banaa, yaitu menghancurkan dan membangun. Artinya jika kita harus bertanggung jawab dalam melaksanakan revolusi, yaitu apabila peradaban jahiliyah telah hancur di dalam proses revolusi Islam, maka kita harus berkesanggupan membangun peradaban Islam dengan pembangunan yang terbaik. Oleh karena demikian, dalam persoalan persiapan atau i’dad untuk gerakan revolusi, adalah termasuk bagian yang harus dipersiapkan berbagai system untuk membangun peradaban Islam sebagai penterjemahan dari sistem utama, yaitu proklamasi sebagai ummul qanun dan qanun azasi Negara Islam Indonesia dengan tidak menyimpang dari prinsip al-qur’an dan al-hadits sebagai hukum tertinggi Negara Islam Indonesia.

Allahu akbar! … Allahu akbar! … Allahu akbar!…

Insya Allah telah maklum dan mafhum, bahwa system pertahanan Negara Islam Indonesia secara umum bersifat defensive, sesuai dengan isyarat nash; bahwa Ummat Islam berperang itu karena diperangi. Dan tujuan dari peperangan adalah sampai lenyapnya fitnah (peradaban jahiliyah). Oleh karena itu, tidak boleh ada di dalam Islam yang berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam urusan membinasakan kafirin wal musyrikin dalam gerakan revolusi Islam, yang insya Allah akan berjalan. Berkenaan dengan prinsip strategi ini penting untuk ditegaskan, mengingat bahwa kemenangan didalam peperangan bergantung kepada sejauh mana strategi diaplikasikan, sebagaimana telah maklum didalam ilmu pertahanan Islam menegaskan, “alharbu hid’atun _perang itu (dengan) strategi”. Berkenaan dengan persoalan strategi, semoga kita dapat mengambil pelajaran dengan apa yang dimaksud dalam nash yang menyatakan:

Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

Insya Allah telah dimaklum, bahwa pengertian sabar secara politis, adalah berkaitan dengan soal penyikapan atas realitas musibah (fitnah). Dalam hal ini, bersikap defensive  dan tidak reaksional terhadap datangnya musibah adalah dapat dijadikan sebagai pertolongan. Artinya strategi defensive diaplikasi dengan bertahan dan bertumpu pada kekuata inti pertahanan. Qatadah mengatakan, “sebaik-baik hamba adalah orang yang apabila mendapat cobaan (fitnah) ia bersabar, dan apabila mendapat nikmat (kemenangan dari fitnah) ia bersyukur”, dan Rasulullah SAW bersabda;

“Sesunggunya perkara orang mukmin mengagumkan seluruhnya, tidak sekali-kali Allah memutuskan ketetapan baginya, melainkan hal itu baik baginya. Jika tertimpa musibah, ia bersabar; dan sabar itu baik baginya. Apabila mendapat kemenangan ia bersyukur; dan bersyukur itu baik baginya”.

Berkenaan dengan persoalan syukur yang dikorelasikan dengan sabar sebagai strategi gerak yang bersifat deffensive merupakan sebuah jawaban terkait realitas sumber daya yang ada. Bahwa ketika kita berbicara siapa yang berkemampuan sebagai pelaksana gerakan revolusi, jawabannya adalah orang berkualitas. Akan tetapi memperhatikan kepada realitas sumber daya yang kita miliki tidak memenuhi standar kualitas, maka mensyukuri sumber  daya yang ada, dalam arti mengkader sehingga menjadi militan, hal itu merupakan wujud syukur yang pasti. Oleh karena itu, terkait kebutuhan sumber daya yang berkualitas, kita harus sesegera mungkin melahirkan dengan cara mencetaknya sesuai dengan  sibghatullah  dalam media pendidikan khusus.

Kemudian, berkenaan dengan pengertian shalat; dalam hal ini tidak bermaksud menafikan makna shalat sebagai bentuk ibadah yang bersifat mahdlah. Maka kita mengambil spirit dari makna shalat dalam arti gerak jiwa dan gerak jasmaniyah yang dikorelasi dengan pengertian ashalaatu ’imaaduddien. Dalam penafsiran secara politis, dapatlah kita terjemahkan sebagai strategi offensive yaitu sebuah gerakan menyerang yang terdorong oleh kekuatan inti pertahanan dalam melakukan tugas ilahi mutlak, yaitu jihad fisabilillah untuk berjayanya peradaban Islam. Semoga kita mampu menempatkan alqur’an sebagai petunjuk.

Infiruu khifafan wa tsiqolan wa jahiduu bi amwalihim wa anfusihim fi sabilillah.

Bismillahi tawakalna ’alallah laa haula walaa quwwata illa billah …

Allahu akbar!… Allahu akbar!Allahu akbar!

Mardhotillah, Ahad, 12 Syawal 1437 H / 17 Juli 2016 M

 

KOMANDEMEN TERTINGGI APNII

Imam/Panglima Tertinggi  APNII

ttd

(Muhammad Yusuf Thahiry)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s