Amanat dan Wasiat Imam Asy-Syahid Sekarmaji Marijan Kartosuwirjo

 

Amanat Imam Asyahid Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, menjelang pelaksanaan eksekusi Syahid pada September 1962, yang ditujukan kepada para penerus perjuangan dan keluarganya. Dibacakan oleh putera beliau (Almarhum) Dodo Muhammad Darda bin SM Kartosuwiryo (Uwak Darda), disaksikan eks Panglima DI/TII masa itu, Aceng Kurnia,

Amanat itu berbunyi:
“Kami percaya dan yakin, bahwa Saudara-saudara sekalian pastilah akan mentaati perintah harian ini dengan ikhlas dan ridha, demi keselamatan Jami’atul Mujahidin seluruhnya, demi keselamatan Negara Islam Indonesia, dan demi kemuliaan Islam semata.” “TERUSKAN PERJUANGAN SESUAI DENGAN KONDISI DAN SITUASI YANG DIHADAPI”

Wasiat Imam S.M. Kartosuwiryo pada pertemuan dengan para panglima/prajurit (Mujahid) pada tahun 1959 diantaranya bebunyi :

“Saya (Imam) melihat tanda-tanda bencana angin yang akan menyapu bersih seluruh mujahid kecuali yang tinggal hanya serah/biji mujahid yang benar2 memperjuangkan /mempertahankan tetap tegaknya Negara Islam Indonesia sebagaimana diproklamasikan tanggal 7 Agustus 1949.

Disaat terjadinya bencana angin tersebut ingatlah akan semua wasiat saya ini :
1. Kawan akan menjadi lawan, dan lawan akan menjadi kawan.
2. Panglima akan menjadi Prajurit, Prajurit akan menjadi Panglima.
3. Mujahid akan menjadi luar mujahid, luar mujahid akan menjadi mujahid.
4. Jika mujahid telah ingkar, ingatlah !”Itu lebih jahat dari iblis” sebab dia mengetahui strategi rahasia perjuangan kita, sedang musuh tidak mengetahui. Demi kelanjutan tetap berdirinya Negara Islam Indonesia, maka tembaklah dia.
5. Jika Imam berhalangan,dan kalian terputus dengan Panglima, dan yang tertinggal hanya Prajurit petit saja, maka prajurit petit harus sanggup tampil jadi Imam.
6. Jika imam menyerah tembaklah saja, sebab itu berarti iblis, jika imam memerintahkan terus berjuang,ikuti sajalah dia sebagai hamba Allah SWT.
7. Jika kalian kehilangan syarat berjuang, teruskanlah perjuangan selama pancasila masih ada, walau gigi tinggal satu, dan gunakan gigi yang satu untuk menggit.
8. Jika kalian masih dalam keadaan jihad, ingatlah rasa aman itu sebagai racun.

Diakhir wasiat itu beliau mengatakan “Bila kalian ingin Indonesia ini makmur sentosa dan dalam RIDHA ALLAH, maka lawanlah soekarno. Bila kalian ingin Indonesia makmur sentosa tetapi dalam LAKNAT ALLAH, maka tembaklah saya dan berpihaklah dengan soekarno, mana yang kalian pilih? ketika itu semua perwira dan prajurit yang tersisa menangis haru dan bertekad bulat untuk tetap berdiri di belakang Imam mempertahankaan NII dari serangan militer RIS.

SEKARANG DIMANAKAH ANDA WAHAI PENERUS DAN PEMBELA NEGARA ISLAM INDONESIA , SAATNYA UNTUK MENYATUKAN BARISAN , UMMAT ISLAM BANGSA INDONESIA TELAH MEMANGGIL ANDA , UNTUK BERSAMA MEREBUT KEMERDEKAAN SEJATI , BABAS DARI SEGALA BENTUK PENJAJAHAN DAN PENINDASAN.

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. ( QS. An Nisa ayat 75 )

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran ayat 102 )

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” ( QS Ali Imran ayat 103 )

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” (QS Ali Imran ayat 105 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s