“Ayo Kita Buat Negara Islam yang Merdeka !!!”

Dari komentar Saudari Rika : “ayo kita buat negara islam yang merdeka!!!”,

Bila ada seseorang atau sekelompok orang ingin menegakkan Islam, mulailah dari NII. Sebab paska hancurnya Kekhilafahan Islam di Turki, Proklamasi NII lah yang pertama berkumandang dengan ketegasan Islam sebagai Landasan Hukumnya. Walaupun kini NII telah terjajah kembali oleh RI, tapi pemerintahan dan Negara Islam Indonesia tidak bubar melainkan terus berusaha dengan segala daya dan upaya membebaskan Negri Islam dari segala bentuk penjajahan.

Bergabung dan perbaikilah keadaan NII saat ini, jangan kita hanya bisa menilai dari luar, karena NII milik kita. Sempurnakan pemikiran-pemikiran kita dan sempurnakan NII hingga kita dan NII benar-benar ada dalam ke-Islaman yang Kaffah. Janganlah kita susah-payah membentuk dan mendirikan negara baru atau berusaha mengislamkan Negara yang sudah nyata-nyata anti Islam, tapi besarkan dan bangunlah Tumpah darah Islam, Insya Allah mereka akan mengikuti NII.

Andaikata saudari melihat oknum-oknum NII yang keluar dari aturan-aturan Illahi, maka saudari hanya melihat oknum-oknum itulah yang sesat, dan bila saudari menilai ada kebijaksanaan NII yang kurang sesuai dengan Islam, koreksi dan perbaikilah, karena kebijaksanaan itu dihadirkan oleh manusia (yang tentunya tidak sempurna) tetap tegak dan teguhlah melaksanakan Islam dan Proklamasi NII. Untuk memperbaiki kondisi NII tidak hanya dapat dengan kita bicara disini tetapi kita harus melangkah dan membangun NII dari dalam. Katakanlah sesat pada orang-orang yang tidak mengindahkan dan melaksanakan Al Qur’an dan Sunnah baik yang ada diluar maupun yang mengaku warga negara NII, tapi berpikirlah dengan bijak, NII secara Institusi, tidak pernah menghendaki kesesatan.

Maka dari sisi yang mana dan alasan apa kita ingin memperjuangkan Islam tidak dengan NII ? Masyumi pada akhirnya harus tunduk pada Sukarno, sekarang dengan pola pikir dan cara berjuang Masyumi, kaum Muslimin di NKRI hendak mengulanginya. PPP hanya mampu dan hanya berjuang untuk Jilbab, PBB, PKS dan setumpuk Partai yang katanya Islam bermimpi pula ingin mengislamkan Republik.

Hijrahlah dari Republik, sebagaimana Rasul hijrah dari Mekah dan kemudian bangunlah Madinah Indonesia, hingga tegak, teguhnya 100% keluar dan kedalam, de jure dan de facto diakui. Disinilah kita bisa menjalankan Hukum Syariat Islam seluas-luasnya dan sesempurna-sempurnanya. “Janganlah kecintaan kepada tanah dan air menghalangi kecintaan kita kepada Allah”. “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiyaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?’. Mereka menjawab’ Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)’. Para malaikat berkata,’Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu ?’. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk Hijrah), mereka itu mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan adalah Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun. Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju ), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. 4:97-100).

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan serta petunjuk, dan kepada-Nya lah semuanya dikembalikan.

Wassalam,

Rahadian (Warga NII) – Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s