Realitas Negara Islam Indonesia Saat ini

Tulisan ini adalah lanjutan dari Tulisan Paradigma Baru NII

Potensi yang dimilliki NII dan yang bisa dimanfaatkan NII. Dalam majalah Sabili edisi tentang perjuangan umat Islam bangsa Indonesia tertulis terjadi kekosongan upaya umat Islam dari tahun 1951-1965. Seolah-olah umat Islam pada saat itu ‘sedang tidur’ dan mengalah kepada komunis. Padahal kalau kita mau jujur, diera tersebutlah upaya umat Islam bangsa Indonesia dalam ‘top performance’. 1949-1962. Jihad revolusi Islam berdentang di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, Kalimantan dan Aceh untuk mempertahankan NKA NII yang diproklamasikan pada 7 Agustus 1949. Dan Hukum syariat Islam secara kaffah sempat berlaku di Negara Basis NKA NII, di Garut selama lebih dari 2 tahun. Barakah dan karunia Allah melimpah di sana (QS:7/96).

Warisan dari kebesaran sejarah diatas bagaimanapun masih tersisa sampai era sekarang, makanya walaupun dihujat dari sana sini, difitnah, dicemari, ideologi NII masih tetap menjadi magnit bagi berbagai kalangan, terutama kalangan muda yang bersih dari ideologi Islam kolot, jumud dan kaku semacam NU.

Apa potensi yang dimiliki NII dan yang bisa dimanfaatkan NII untuk bisa muncul kembali dalam era ini. Kami berusaha memaparkan di bawah ini sbb:

1. Basis massa tradisional yang kuat di daerah-daerah bekas negara basis NII. Potensi ini yang tidak dimiliki PKS yang paling Islami dibanding partai lain, mereka masih belum mampu menjangkau massa di daerah. Dukungan mereka baru terutama dari kalangan kampus dan perkotaan.

2. Angkatan muda yang militan dari berbagai kalangan. Terutama para alumnus dari jihad Afghan dan Moro yang saat ini masih tersebar namun belum dikristalkan dalam barisan yang shaffan (QS:61/4). Mereka saat ini ikut bergerak di berbagai medan jihad. Meskipun tidak serapi dan sesistematis kaderisasi jamaah ikhwan, DI-NII telah melahirkan regenarasi. Di era sekarang kader-kader muda mulai bangkit, merekalah yang lebih progresif dan masih relatif bersih dari faksi-isme, dari bibit perpecahan generasi orang tua. Mereka lebih lapang dada dan terbuka terhadap kawan seideologi dan senegara meskipun berbeda kW atau faksi.

3. Era keterbukaan dalam era reformasi ini, di mana terjadi kebangkitan ideologi-idelologi lama yang selama ini terkubur. Kalau Gus Dur saja mau menghapus TAP MPRS XXV/1966 tentang pelarangan ajaran komunis, mengapa tidak ajaran Islam bernegara, ajaran NII dibangkitkan kembali. Biarlah masyarakat yang memilih yang mereka sukai. Bukankah dalam UUD 45 tidak ada larangan berideologi lain selain Pancasila.

4. Penindasan terhadap umat Islam yang terjadi secara massal dan sistematis di Aceh, Banyuwangi-Jawa Timur, Maluku,Poso, dan banyak tempat lain, korbannya bahkan melebihi korban perang betulan antar negara. Kalau penindasan dan pembunuhan terhadap kaum muslimin tidak bisa dihentikan maka akan terjadi suatu titik kulminasi (QS;22/39; 4/75) dimana pada akhirnya kaum muslimin merasakan panggilan jihad sebagai fardhu ain karena tidak pedulinya pemerintahan dalam melindungi umat Isam seperti yang dilakukan oleh Lasykar Jihad baru-baru ini.” Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena seusngguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu”. (QS:22/39)

5. Kristenisasi yang gencar di Republik. Sejak tahun 1976 telah dicanangkan Dewan Gereja Dunia (DGD) agar Indonesia menjadi Negara kristen dalam 50 tahun. Tonggak pertama yang dipasang adalah di Padang dengan pendirian Gereja dan rumah sakit Emannuel. Mereka memilih Sumbar bukan Sumut, karena dinilai bahwa Sumbar adalah jantung Islam di sumatera yang pertama kali harus ditembus. Bila Kristenisasi di Sumbar berhasil, maka seluruh Sumatera dapat di Kristenkan. Hampir bersamaan dengan saat itu, dididirikan pula mesjid dari Yayasan Amal Bhakti Pancasila. Langkah DGD dulu disambut dengan gerakan Komando Jihad dari tokoh Darul Islam, terutama di Medan. Tujuan Komando Jihad dari para tokoh DI adalah untuk membangkitkan Revolusi Islam di Indonesia dan menentang Kristenisasi serta Pancasilalisasi. Paling tidak upaya para tokoh DI tsb menghambat laju Kristenisasi di Padang, Sumbar. 30 tahun tanpa terasa sudah berlalu, kini kita dikagetkan dengan kasus kristenisasi di Padang yang makin menghebat, kasus Wawah, dan yang lainnya. Keberanian mereka paling tidak menjadi suatu indikator keberhasilan upaya Kristenisasi. Upaya damai telah mereka lakukan, bukan tidak mungkin selanjutnya mereka memulai dengan upaya via kekerasan seperti yang terjadi di Maluku.

6. Jebloknya pemerintahan Jokowi-JK meskipun dukungan terhadap Jokowi-JK masih kuat, namun sepertinya tinggal menunggu waktu saja. Orang akan bosan dengan pemimpin yang mencla-mencle, tidak konsisten dan arogan serta meremehkan orang lain. Jiwa Yahudi dalam hati Jokowi-JK akan tercium juga cepat atau lambat. Akibat yang ditimbulkan pemerintah Jokowi-JK lebih parah dari pemerintahan sebelumnya. Apa pasal? Selain kekacauan dari kinerja kabinet,  selalu ada pemecatan Mentri, kacaunya penyelesaian pemulihan ekonomi negara, selama kekacauan berlangsung tanpa terasa namun pasti aset penting Indonesia satu demi satu diakuisisi bangsa lain, terutama oleh Konglomerat Cina dan Yahudi.

Akan muncul suatu momen dimana umat islam sudah merasa ‘sangat gerah’, mereka insyaf bahwa memang Jokowi-JK sudah menjadi anak durhaka yang tidak bisa diajak taubat . Sinyal tersebut sudah bisa kita rasakan sekarang. Mereka akan membuat impeachment, minta Jokowi-JK mundur. Lalu apakah kondisi bisa aman setelah diturunkan..??. Lalu siapa penggantinya? Kita tunggu saja bagaimana jadinya nanti.

Kalau sudah begitu, mudah-mudah sinergisasi dari keenam hal di atas bisa dimanfaatkan, perintah berhijrah kepada kaum Muslimin akan sangat bergema. “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab:”Adalah kami orang-orang yang tertindas di negri (Mekah). Para malaikat berkata: Bukankah bumi Allah ini luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?. “(QS:4/97) “Barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak..”(QS:4/100).

Hijrah dalam makna berpindah ideologi, berganti sistem dari sistem kafir ke sistem Islam, memasuki Negara Karuni Allahlah adalah solusinya. Mudah-mudahan NKA NII akan dimasuki kader-kader Islam potensial yang akan menyegerakan ketertinggalan dan kelambanan dari para tokoh NII yang sekarang. NKA NII membutuhkan Umar, Khalid, Amr bin Ash,. Kader-kader potensial dari kalangan militer dan cendekiawan yang bisa memperkaya NII.

Permasalahan NII saat ini dan solusinya dengan Paradigma baru yang harus dikembangkan. Khalifah Umar ra. mewasiatkan kepada pasukan yang dpimpin Saad bin Abi Waqash ra. Ke qadisya untuk membekali diri yang utama dengan takwa, dinyatakan oleh beliau bahwa karena banyak dosalah yang membuat hilangnya pertolongan Allah. Kelebihan kaum muslimin adalah pada takwanya kepada Allah. Bila kaum muslimin melakukan kemaksiatan seperti kemaksiatan musuh kita maka hilanglah kekuatannya. Kaum muslimin kalah dalam jumlah dan perlengakapan maka sudah pasti kita akan kalah. Di NKRI berjangkit penyakit KKN yang mewabah yang menyebabkan kebangkrutan negara. Apakah di NII juga bebas KNN dalam makna yang mungkin relatif hampir sama namun dalam versi yang berbeda.

Simbolisasi orang tua, yang seolah-olah mereka seperti mahluk keramat yang ma’sum tanpa dosa, tidak amanah terhadap uang umat, krisis kepemimpinan, banyak berbantahan, faksi satu menjelekan faksi lain atau sebaliknya, sehingga akhirnya hilanglah sudah pertolongan Allah.

 

Muslim Sejati – Bandung

3 respons untuk ‘Realitas Negara Islam Indonesia Saat ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s