Negara Islam Merupakan Proses Menuju Terbentuknya Khilafah Islam

Pertanyaan :

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu`alaikum Wr Wbr

“negara yang di ridhai Allah hanyalah satu yaitu daulah khilafah islamiyah yang hanya ada satu di dunia seperti halnya dulu yang dimulai saat hijrahnya Rasul ke madinah sampai tahun 1924 kemarin,  jadi tidak ada dalam islam itu Negara Islam Indonesia, Irak,  Afghanistan, Arab Saudi Atau yang lainnya. marilah berjuang bersama kami Hizbut- tahrir untuk merealisasikannya.” (mujtahid133, Surabaya)


Baiklah Saudara mujtahid133, itu dalam membangun Daulah Islam atau Khilafah Islamiyah bukan tujuan, melainkan hanya sebagai alat untuk menuju kepada keridhaan Allah Swt. Dimana Daulah Islam atau Khilafah Islamiyah adalah sebagai tempat memberikan perlindungan kepada kaum muslimin, sebagai tempat untuk mengaplikasikan hukum-hukum Islam, sebagai alat untuk menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia, sebagai benteng pertahanan bagi ummat Islam dari ancaman dan serangan dari pihak luar, dan sebagai tempat untuk beribadah dan untuk mendapat ridha Allah SWT.

Lalu sekarang dihubungkan dengan bagaimana itu membangun kembali khilafah Islamiyyah. Tauladan yang telah diberikan Rasulullah kepada kita adalah Iman, Hijrah dan Jihad. Termasuk di dalamnya telah memberikan contoh membentuk sebuah Negara Islam pertama di Yatsrib berikut Konstitusi Madinahnya. Sehingga Islam tampil sebagai rahmat bagi alam. Dan Konstitusi Madinah adalah sebuah piagam perjanjian warga suatu wilayah untuk membentuk sebuah negara, karena ideologi yang terkandung dan melandasi negara itu adalah Islam maka dapatlah dikatakan negara itu “Negara Islam”. Di dalam Qanun Azazy Negara Islam Indonesia Pasal 2, ayat 1 (satu) : Dasar dan hukum yang berlaku di Negara Islam Indonesia adalah Islam. Ayat 2 (dua) : Hukum yang tertinggi adalah Al-Qur’an dan Hadits sahih. Inilah yang menjadi salah satu dasar berdirinya Negara Islam, yakni dengan mengaplikasikan hukum-hukum Islam sebagai dasarnya sebagaimana Rasulullah Saw menyatukan kaum-kaum di Yatsrib dengan aqidah Islam dalam bentuk Konstitusi Madinah.

Negara Islam bukanlah satu tujuan akhir, begitupun dengan pendirian khilafah Islam nantinya yang akan dibentuk bersama-sama negara-negara Islam di seluruh dunia dengan memilih satu orang khalifah. Akan tetapi lebih tepat disebut sebagai tujuan antara untuk mendapatkan ridha Allah Swt dengan dapat terlaksananya hukum-hukum Islam secara menyeluruh oleh umat Islam.

Kemudian masalahnya sekarang ialah bagaimana mengupayakan tercapainya target pendirian khilafah Islam yang mempertanggungjawabkan seluruh umat Islam di dunia itu, ialah dikembalikan kepada bagaimana cara upaya Rasulullah Saw dalam membangun Madinah di Yatsrib. Kita lihat perkembangan dakwah Nabi Saw sebelum memiliki Daulah Islam atau negara Islam dengan ketika sudah memiliki Daulah Islam atau negara Islam Madinah di Yatsrib.

Di Makkah, pengikut Beliau Saw tidak sampai berjumlah seratus orang, tetapi ketika sudah terbentuk Negara Islam Madinah jumlah muslimin yang beribadah haji saja jumlahnya sudah 124.000 orang. Jadi antara 13 tahun berdakwah di Makkah dengan 10 tahun mengelola Madinah, pertambahan manusia yang menerima Dinul Islam mencapai lebih dari seribu persen. Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya kekuasaan yang melindungi dakwah di bawah perwalian Daulah Islam atau Negara Islam amat sangat membantu perkembangan dakwah.

Dalam Qur`an Surat An Nashr ayat 1-3, di sana dikatakan bahwa tanpa diajak pun, manusia otomatis akan datang berbondong-bondong memasuki Dinul Islam. Kapan ? ketika pertolongan dan kemenangan telah tiba. Mengapa ? Sebab mereka akan melihat sendiri dengan kenyataan betapa adil dan sejahtera hidup di Daulah Islamiyyah Berjaya (semoga Allah menyegerakan kedatangannya, aamiin). Artinya milikilah wilayah efektif, terapkan Islam di sana, insya Allah orang akan lebih mudah mengerti setelah melihat, dan merasakan bagaimana hidup dalam sistem aturan Islam, daripada sekadar mendengar-dengar penjelasan tapi tidak pernah ada bukti nyatanya.

Kedua, masalah penyebaran Islam ke segenap penjuru dunia, juga mulai tertata efektif setelah Daulah Islamiyyah Madinah terbentuk. Setelah satuan tentara Islam kokoh dan padu melindungi dakwah Islam yang dihantarkan ke segenap penjuru bumi. Perlu diingat, di berbagai belahan bumi dari sejak dulu hingga sekarang telah berdiri kekuasaan-kekuasaan negara yang didirikan atas berbagai ideologi. Tentu hubungan efektif dengan mereka lebih mudah tercapai bila dilakukan dalam tingkat negara pula. Kalau anda melihat surat-surat Rasulullah Saw kepada para Raja ketika itu, nyata benar bahwa skup pembicaraannya berada pada kelas hubungan antar Negara. Dimana Rasul bisa menyatakan perang dan damai tergantung sikap para raja yang disuratinya tadi. Bisakah ini dilakukan oleh seseorang yang tidak menguasai tentara dan memimpin Negara ?

Jadi sebetulnya itu bukan Negara Islam atau khilafah Islam yang diridhai atau tidak, melainkan bagaimana muslimin bisa melaksanakan Islam-nya atau tidak. Dalam skup kecil pun kalau bisa sempurna itu yang utama, kalau bisa diperluas lebih baik lagi. Begitupun keberadaan negara Islam sebagai tangga menuju terbentuknya khilafah Islam. Karena menafikan proses berarti menafikan pula kepada tujuan yang akan dicapainya. Sudah menjadi sunnattullah, dan ketetapan alam bahwa setiap perjuangan adalah melalui tahapan batas kemampuan, tidak bisa sekaligus. Juga diperintahkan oleh Allah SWT mempersiapkan kekuatan menurut kemampuan (QS. Al Anfal 8:60). Sudah fitrahnya manusia dijadikan bertahap (QS. Al Insyiqaaq 84:19), maka kemampuan jangkauan juangnya juga bertahap.

Musuh yang dihadapi oleh Nabi Saw ialah musuh yang terdekat, seperti pemerintahan Quraiys Makkah. Musuh memiliki struktur militer dari atas sampai ke bawah, maka Nabi pun membuatnya. Musuh membuat aparatur pemerintahan dari atas sampai bawah, maka Nabi juga menyusunnya, sehingga mengimbangi kekuatan musuh (QS. Al Anfal 8:73). Jelas, dilakukan dalam sistem yang berbeda, sehingga benderanya juga beda. Adapun Nabi tidak menyebutkan secara resmi Negara Islam Madinah, karena kondisi waktu itu musuhnya juga tidak menamakan diri Republik Quraiys Makkah. Sebab itulah umat Islam Indonesia menamakannya Negara Islam Indonesia, karena musuhnya di Indonesia ini pada waktu itu telah memakai nama NIS (Negara Indonesia Serikat), ciptaan Belanda, yang kemudian RIS (Republik Indonesia Serikat) yang tanggal 17 Agustus 1950 menggantinya dengan nama RI (Republik Indonesia).

Kenyataannya juga bahwa umat Islam untuk bersatu belum bisa menjangkau sedunia lantas mengumandangkan khilafah Islam yang bertanggung jawab atas perlindungan umat Islam di dunia, yang mana umat Islam di tiap-tiap negeri masih menghadapi persoalannya masing-masing. Sehingga belum bisa eksis, dalam arti belum bisa menguruskan umat Islam di negeri lain. Dengan kondisi sedemikian itu, maka untuk sementara waktu perjuangannya diserahkan kepada umat Islam di negerinya masing-masing.

Nah Saudara mujtahid133, jelas itu untuk memangku jabatan Khalifah bukan sekadar label yang bisa ditempelkan di mana saja semau kita. Tapi harus dibuktikan dengan kemampuan menjamin tegaknya hukum dan keamanan bagi wilayah yang dikuasainya. Kalau belum punya tentara, belum memerintah, belum apa-apa sudah ngaku Khalifah, apalagi sampai menuding yang tidak ikut dia itu tidak diridhai, ya keterlaluan! Dari mana modalnya ? Apa mau jadi Khalifah ketoprak ?

Hanya kepada Allah kita memohon petunjuk dan kepada-Nya segalanya dikembalikan.

Wassalam,
Rahadian (Warga NII) – Bandung

 

Satu respons untuk “Negara Islam Merupakan Proses Menuju Terbentuknya Khilafah Islam

  1. Kerajaan Tuhan / Khilafah Islam itu dpt sj berdiri di Nusantara krn faktanya NKRI sdh bertimbun dosa kemusyrikan demokrasi, kapitalisme, liberalisme dkk. Dosa jls dpt membinasakan org / negeri he.3x!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s