Orang Mimpi Bisa Rubah Negara Kafir RI Jadi Negara Islam dari Dalam Sistem Thaghut Pancasila

 

Orang-orang yang berada dalam sistem thaghut Pancasila dan lembaga bathil NKRI, pura-pura sedang bermanuver politik dan mencoba dengungkan Syariat Islam di dalam sistem lumpur NKRI.

Mereka beranggapan cukup mengubah keadaan orang-orangnya lalu berdampak otomatis dapat mengubah sistemnya. Tahu-tahu sudah kena hajar duluan oleh pentungan Pancasila dan UUD 45.

Surah Al Maidah ayat 44, 45 dan 47 sangat jelas termasuk ayat-ayat muhkamat (ayat hukum yang qath’i) namun mereka menganggap ayat mutasyabihat. Disebabkan banyaknya orang-orang yang keliru seperti itulah, makanya pemimpin zhalim macam Sukarno, Suharto, Yudoyono, Gus Dur, Megawati, Jokowi dan lainnya jauh kemungkinan untuk menyadari kezhalimannya.

Di antara mereka ada yang berlagak ulama dengan penampilan bersorban dan berjenggot, tapi otaknya mirip dengan otaknya Snough Houghronye. Mereka tak mampu berfikir bahwa Sistem itu umpama bahtera yang sedang berada di tengah laut, sementara pemimpin adalah sang Nahkoda. Kalau nahkodanya seorang pemimpin yang kafir, zhalim dan fasiq (QS,5: 44, 45, dan 47), tentu secara pelan tapi pasti akan membawa bahteranya itu ke neraka bersama segenap pengikutnya, kendatipun pengikutnya menganggap diri alim.

Tapi tetap saja berharap banyak kepada si pemimpin kafir, dzalim, dan fasik itu untuk welcome pada Islam. Kalau sebatas berpakaian islami, berjenggot, bersorban dan bernasyid, its ok lah kata si pemimpin-pemimpin itu dan kitab undang-undang dasarnya. Tapi lebih dari itu, coba saja bermain-main di sistem kami kelak kau rasakan tempelakan ‘knock out’ Pancasila dan UUD 45.

Tapi lagi-lagi, orang-orang di sistem thaghut itu melanjutkan mimpinya. Menjanjikan perubahan tanpa pertumpahan darah dan chaos (kekacaun), menyuguhkan puncak harapan manusiawi kepada rakyat yang awam. Padahal menegakkan panji Islam itu layaknya melahirkan seorang bayi suci, sebab itu tiada bayi yang lahir tanpa curahan darah!

Apakah mereka itu, orang-orang yang berada di sistem thaghut Pancasila menunggu semua orang yang kafir itu (pelaksana hukum non wahyu menurut QS. 5:44) insyaf dan sadar, kemudian secara sukarela mengganti hukum yg telah sekian lama berjalan dengan wahyu ? Indah sekali kalau bisa terjadi. Tapi sayang hanya berkejadian di alam mimpi.

Artinya akan ada dari sekian orang kafir itu, yang tidak bisa diapa-apakan lagi, mereka tetap membantu jadi kekuatan kontra aktif yang senantiasa menentang. Bahkan Allah menegaskan, tidak akan pernah terjadi seluruh manusia di bumi beriman semuanya, betapa pun kita sangat menginginkannya! (QS. 12:103). Mereka harus dilawan, untuk mengahadapi mereka sejak sekarang kekuatan harus dibangun (QS. 8:60).

Qur`an memang menyuruh agar kepada orang orang kafirpun Al Qur`an tetap harus dijelaskan (QS. 13:30), namun untuk pelaksanaannya tidak harus menunggu mereka semua menyetujui, dengan cara berkerja sama dan berunding dalam satu majelis bersama mereka atau dakwah mimbar ke mimbar. Tanggung jawab melaksanakan Qur`an, bukan terletak pada pundak mereka, tapi pada kita!

Oleh karena itu, bukan semata mata dakwah yang harus dijalankan, tapi juga pembangunan struktural, persiapan, andai mereka yang diseru tidak mau, mukminin telah punya kekuatan dan kemampuan buat menjalankannya. Yakni satu sistem lain yang di luar sistem lumpur tadi. Yang berisi Nahkoda yang haq dimana ummatnya terkumpul pada satu poros pimpinan haq itu.

Ummat yang tunduk patuh kepada sang Imam sejati (bukan Imam palsu) sama dengan tunduk patuh kepada Rasul sama dengan tunduk patuh kepada Allah. Artinya Allah yang menyuruh ummat agar benar-benar tunduk patuh kepada Khalifah-Nya (Imam). Imam memahami betul bahwa Islam mustahil diperjuangkan dalam sistem Thaghut.

Jadi kalau orang-orang yang berada di sistem thaghut itu memahami Aqidah Islam yang belum mengalami dekadensi, dia akan memperjuangkan Islam di luar Sistem lumpur Pancasila RI seperti Kahar Muzakkar, Imam Kartosoewirjo, Tgk. Hasan Muhammad di Tiro dan lain-lain. Dengan cara demikianlah yang dapat terlepas dari surah Al Maidah ayat 44,45 dan 47.

Jelas semua orang-orang yang bersekongkol dengan pemimpin-pemimpin zhalim Pancasila yang disebutkan di atas adalah sama seperti penumpang dari sebuah bahtera yang sedang digiring oleh Nakhodanya ke neraka, kecuali mereka yang Taqiah.

Hari ini masih banyak juga orang yang keliru cara untuk meneladani Rasul yaitu dengan hanya berpenampilan seperti Rasul (berjenggot dan bersorban) tetapi membiarkan kaum dhuafa merintih digubuk reot. Padahal tugas Rasul yang utama adalah membebaskan kaum dhuafa dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka (QS. 7:157). Apa artinya kita bersorban dan berjenggot, sementara kerjanya Nabi membebaskan kaum dhuafa dari penindasan tidak kita gubris sama sekali kecuali asyik dengan ibadah ritual untuk bertaqarrub kepada Allah. Jelas ini bukanlah ajaran Islam generasi awal, tapi ajaran Islam-nya Tuan Snough Houghronye dan konco-konconya !!!!

Satu respons untuk “Orang Mimpi Bisa Rubah Negara Kafir RI Jadi Negara Islam dari Dalam Sistem Thaghut Pancasila

  1. Islam memang dinnul haq yang berdiri atas ridho Allah tidak dipengaruhi oleh hawa nafsu pikiran manusia, Islam yang hanya mengikuti ketetapan Allah lah yang akan mendapatan Mardhotillah, ini merupakan Islam yang khafah…. Insyaallah, semoga Allah berkenan menetapkan hati orang-orang berima, dan istiqomah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s