Bangkit dari Keterpurukan dan Penindasan Sistem Jahiliyah Modern

Selama sekitar 1200 tahun, ummat islam hidup dibawah naungan khilafah islamiyah yang mengatur seluruh aspek kehidupan mereka dengan berpedoman pada al qur’an dan Sunnah.  Kemudian mulai terjadi penyimpangan dari hukum hukum al qur’an dan sunnah, sehingga Allah menimpakan bencana kepada dunia islam.

Bangsa salibis barat datang kedunia islam melancarkan perang salib model baru dengan aksi kolonialisme dan imperialisme dg slogan 3G  ( gospel, gold, and glory )  mereka datang menjajah negeri negeri kaum muslimin, merampas kekayaan alamnya, memperbudak mereka, mengkristenkan mereka, dan menyingkirkan syariat islam dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara mereka.  Sebagai gantinya, mereka menjajah ummat islam dengan sistem hidup dan filsafat kufur; sekularisme, nasionalisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, liberalisme, dan demokrasi.

Ketika para penjajah salibis eropa hengkang dari dunia islam, ternyata sistem hidup dan filsafat kufur mereka tetap dilanjutkan oleh “anak asuh” mereka yg menjadi antek antek mereka, pembeo yg rakus kekuasaan dan kehidupan dunia,,… Mereka itu adalah para penguasa zhalim di negeri negeri islam, yang berkulit dan berbahasa yang sama dengan mayoritas penduduk muslim, namun pola pikir, pola ideologi, pola sikap, dan orientasi hidupnya 100% mengabdi kepada tuan tuan penjajah salibis eropa dan amerika yang telah mengasuh mereka.

Merekalah para penguasa yang mengaku beragama islam —bahkan banyak diantaranya bergelar haji—namum meyakini dan menempuh sistem hidup kufur nasionalisme, sekularisme, dan demokrasi. Mereka nampakkan dirinya sebagai muslim, namun mereka pulalah pihak yang paling keras dalam memusuhi, membenci, dan memerangi syariat islam.

Mereka pulalah pihak yang paling keras usahanya dalam mempertahankan sistem kufur dan menyingkirkan al qur’an dan assunah dari kehidupan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan Negara.  Tak heran apabila ajaran islam hanya boleh berlaku dalam urusan ritual ibadah (shalat, puasa, zakat, haji, zikir dll) dan urusan keluarga (nikah, cerai, waris).  Adapun ajaran al qur’an dan sunnah yang mengatur urusan politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara … Mereka ingkari, mereka lecehkan, mereka benci, mereka musuhi, mereka singkirkan, berangsur-angsur sampai ke akar akarnya.

Mereka adalah para pemimpin durjana yang memposisikan diri mereka lebih tinggi dan lebih berkuasa dari pada Allah Azzawajala.  Mereka dengan seenak hawa nafsunya membatasi wewenang dan kedaulatan Allah, menyingkirkan Syariatnya dan menggantinya dengan sistem hidup, undang undang, dan hukum hasil kreasi hawa nafsu mereka.

Bencana penyingkiran syariat islam dari bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan merupakan kejahatan yang “mempreteli” kesempurnaan ajaran islam. Ia akan disusul oleh kejahatan kejahatan lainnya.
Sebagaimana Rasulullah telah mengingatkan : _“Ikatan islam akan dilepas satu persatu, setiap waktu satu ikatan terlepas, maka manusia memegangi tali ikatannya yang lain, ikatan islam yang paling pertama di lepas adalah masalah hukum (pemerintahan), dan ikatan yang terakhir kali akan dilepas adalah shalat”_ (HR Ahmad, Ibn Hibban, Al Hakim, Ath-Thabrani, dan Baihaqi dalam _Syu’abul Iman_ )

Namun tuntutan dan upaya untuk mengamalkan ajaran islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara secara murni dan konsekuen dianggap sebagai  “kejahatan luar bisa” yang mengancam kepentingan nasional, regional dan internasional, dengan tuduhan sebagai kaum Radikal, Teroris, dan Fundamentalis.
Anehnya….., banyak organisasi islam, partai islam, ulama, tokoh islam dan bahkan sebagian pihak yang mengklaim diri mereka berada diatas “manhaj salafush shalih” yang bertindak menjustifikasi sitem hidup jahiliyah itu. Dan selalu membuat ummat islam jadi tampak bodoh, bahwa pemerintahan demokrasi itu adalah sistem pemerintahan islami, yaitu pemerintahan islam (ulil amri) yang wajib didengar dan ditaati oleh seluruh rakyat.  Memberikan hukum Haram bagi siapa saja yang berjihad melawan pemerintahan, walau pemerintahan itu berdasarkan nasionalisme, sekulerisme, liberalisme, kapitalisme, dan demokrasi.

Bagi mereka yang mengingkari dan baro’ah dari pemerintahan itu di cap sebagai perbuatan golongan khawarij, hizbiyah, kilabu naar (anjing2neraka), ektrimis, radikalis, fundamentalis, dan teroris yg jauh dari petunjuk syariat. Kemudia juga memberikan cap sebagai ahlul ahwa’ ( bodoh), ahlul bid’ah, dan takfiriyun.

Itulah sebahagian tuduhan palsu yang dilontarkan oleh sebahagian organisasi islam, LSM Islam, tokoh Islam, ulama su’u, dan orang orang yang mengklaim dirinya sebagai salafiyyun.  Tuduhan palsu itu didukung oleh kekuatan media lokal, nasional, maupun internasional. Dan juga dukungan kekuatan ekonomi, politik, militer, negara Negara zionis, salibis, komunis, dan paganis internasional.

Terhadap ajaran islam yang sebenarnya, mereka membenci, memusuhi, memerangi, memberangus, dan menyembunyikannya, sedangkan terhadap sistem jahiliyah kufur yang sedang berkuasa mereka justru membela, menjustifikasi dan menyematkan kepadanya status syar’i, syah, sehingga wajib bagi rakyat dan ummat islam untuk mendengar dan mentaatinya. Ini merupakan sebuah penipuan dan penyesatan ummat yang dilakukan secara sistematis, aktif dan massif.

Sesungguhnya, sebuah pemerintahan dan Negara yang wajib didengar dan ditaati oleh kaum muslimin adalah pemerintahan dan Negara yang diatur dengan dasar al qur’an dan sunnah, seluruh penguasa dan pejabatnya adalah muslim yang bertauhid, seluruh aspek kehidupan rakyat dan pemerintah diatur sesuai dengan al qur’an dan sunnah, dan tujuan dari pemerintahan dan Negara tersebut adalah menegakkan Dien Allah SWT di muka bumi dan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s