Wallahi, Pancasila itu Bathil dan Menjadi Fitnah Terbesar bagi Ummat Islam Indonesia

بسم لله الرحمن الرحيم
STATEMEN PEMERINTAH NEGARA ISLAM INDONESIA
(KOMANDEMEN TERTINGGI APNII)
Nomer: 14 Tahun 2017

 

Innalillahi wainnailaihi raaji’uun, fitnah di bumi Indonesia sudah sangat nyata dan merajalela, sumber fitnahnya adalah Pancasila. Atas realitas itu, Ummat Islam Bangsa Indonesia dan umumnya kaum muslimin Indonesia berkewajiban memeranginya  (Q.S. 8: 39), dan tujuan perang di dalam Islam adalah lenyapnya fitnah (Q.S. 2: 193). Selama fitnah itu masih ada, maka kewajiban jihad bagi Ummat Islam, tidak terlepas dari pundaknya.
Terang benderangnya Pancasila yang merupakan fitnah bagi Indonesia, diantara buktinya sebagaimana diungkapkan Tjahyo Kumolo, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dalam pidatonya, pasca ditetapkan PERPPU Nomer 2 Tahun 2017 menjadi Undang-Undang, dia menyatakan, “banyak dan ada ormas yang dalam aktifitasnya yang ternyata mengembangkan faham atau mengembangkan ideologi dan ajaran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan hal ini tidak termasuk dalam faham Atheisme, Komunisme, Leninisme, Marxisme yang berkembang cepat di Indonesia”.

Dengan ungkapan ini, cukup jelas bahwa Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Menteri Dalam Negeri-nya bermaksud menjelaskan bahwa Pancasila itu adalah atheisme, komunisme, Leninisme, dan Marxisme.
Sekalipun tidak ada penegasan Tjahyo Kumolo, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tersebut, sesungguhnya Pancasila itu adalah isme yang menyelisihi wahyu dari sejak awal dirumuskannya, bahkan sekalipun di dalamnya termaktub tujuh kata _dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk pemeluknya_ yang ditelikung oleh founding father Republik Indonesia di saat proklamasi kemerdekaannya.

Di dalam Islam, sesungguhnya segala isme yang menyelisihi wahyu (al-qur’an) adalah hawaahu, dan itu adalah kebathilan. Oleh karena itu, penting ditegaskan bahwa Pancasila itu adalah produk pemikiran manusia yang didasarkan kepada hawa nafsu bukan berdasarkan wahyu. Dan Pancasila sebagai akidah politik

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah ditetapkan sebagai falsafah dalam berbangsa dan bernegara. Artinya, masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupan bermasyarakat harus berada dalam bingkai Pancasila, bukan dalam bingkai wahyu. Dengan demikian, masyarakat Indonesia secara umum dalam ancaman kemusyrikan.

Bagi siapa yang tidak menempatkan Pancasila sebagai bingkai kehidupannya dihukumi sebagai yang bertentangan dengan Pancasila dan “divonis” sebagai kaum radikal.

Bathilnya Pancasila, tidak perlu lagi diperdebatkan dan tidak perlu mencari-cari dalil bahwa Pancasila itu tidak bertentangan dengan Islam. Harus difahami dan diyakini oleh ummat Islam dan kaum muslimin Indonesia umumnya, bahwa Pancasila itu bathil dan bertentangan dengan Islam, baik secara esensi maupun substansi.

Oleh karena bathilnya Pancasila, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menempatkan Pancasila sebagai dasarnya adalah otomatis merupakan Negara bathil, dan sudah diakui oleh para penegaknya bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia itu bukan Negara Islam. Dengan demikian, bagi Umat Islam dan kaum muslimin umumnya harus memahami dan meyakini, bahwa di dalam Negara bathil tidak akan mungkin berlaku syariat Islam. Dan Allah SWT-pun tidak akan pernah mengizinkan berlakunya syariat Islam di dalam Negara bathil. Sesungguhnya hukum Islam hanya diizinkan berlaku di dalam Negara Islam (Q.S. 24: 35-37).

Sebagai taushiyah, mengingat adanya kaum muslimin Indonesia yang cukup bersemangat dalam memperjuangkan syariat Islam di dalam NKRI yang dikemas dengan tema NKRI BERSYARIAH atau dalam bentuk lain, sesungguhnya hal itu merupakan talbis (Q.S. 6: 82), mengingat Pancasila itu fitnah dan fitnah itu syirik (Q.S. 4:91).

Pancasila sebagai fitnah, inilah yang dimaksud fitnah lebih besar bahayanya dan atau lebih besar dosanya daripada pembunuhan (Q.S. 2: 191, 217). Dalam konteks jinayat, qishas dalam kasus pembunuhan dapat dibatalkan vonisnya, jika keluarga yang dibunuh memaafkan pembunuhnya. Dan untuk persoalan fitnah sebagai syirik, vonisnya dari Allah SWT adalah diperangi (Q.S. 8: 39, 2: 193).

Hendaknya Ummat Islam Bangsa Indonesia dan umumnya kaum muslimin Indonesia maklum dan mafhum, bahwa sesungguhnya Pancasila adalah fitnah dan itu adalah syirik, bahkan termasuk syirik akbar. Hendaknya kaum muslimin khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya maklum dan mafhum, sesungguhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia itu adalah Negara yang telah ditolak keberadaannya oleh Allah SWT, mengingat pendiriannya tidak disertai dengan basmalah, dan tiap-tiap urusan yang penting tanpa disertai dengan basmalah adalah tertolak.

Realitas penolakan Allah SWT atas proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana telah dimaklum dalam sejarah bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia, kemerdekaanya merupakan pemberian Jepang, dan kandas dalam waktu 3,5 tahun. Kemudian, para pejuang kemerdekaan dengan dalih “perang diplomasi”, merasa menang dalam perang tersebut, sesungguhnya kedaulatan yang didapatkan melalui Round Table Conference adalah kedaulatan hadiah dari Netherland, dalam bentuk Republik Indonesia Serikat. Sungguh sangat ironis, jika ada dari kaum muslimin mau berjuang di dalam Negara yang telah ditolak Allah SWT.

Wahai kaum muslimin Indonesia, marilah bertaubat dari perbuatan talbis, sesunggunya Allah SWT maha pengampun, maha kasih, dan maha sayang terhadap hamba-Nya. Dan untuk tegaknya dienul Islam dan berlakunya syariat Islam di Indonesia hanya bisa dijalankan dengan satu cara yakni dengan jihad fisabilillah atau tsauratul Islam.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Bismillahi tawakkalnaa ‘alallah laahaula walaa quwwata illa billah

Rabbanaa laataj’alnaa fitnatalilladzina kafaruu waghfirlanaa rabbanaa innaka antal’azizul hakim.

Mardlatillah, 08 Shafar 1439 H / 28 Oktober 2017 M

KOMANDEMEN TERTINGGI APNII

a.n. Imam/Plm.T. APNII

Kepala Staf Umum

 

(Mujadid Abu Qital)

2 respons untuk ‘Wallahi, Pancasila itu Bathil dan Menjadi Fitnah Terbesar bagi Ummat Islam Indonesia

  1. Jadi tolong dijelaskan bagaimana roadmap menuju tegaknya dinul-islam, trus perlukan kita menyalahkan orang atau organisasi yg berusaha membangun dinul-islam dgn memberlakukan syariat Islam di NKRI. Bisa jadi mereka merupakan bagian dari sekutu-sekutu kita yg akan membuka jalan, memuliakan perjalanan perjuangan kita menuju tujuan yg dicita-citakan. Wallahualam

    Suka

    1. Dialog antara pemerintah negara islam indonesia yang dalam perjuangan dengan para tokoh tokoh memperjuangkan syariat di NKRI masih terus kita lakukan sehingga memiliki titik pandang yang sama

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s