Amanat Imam/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia Dalam Menyambut Bulan Ramadhan Tahun 1439 H

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, kita telah maklum bahwa melaksanakan shaum ramadhan dan menunaikan amaliyah ramadhan lainnya merupakan sarana untuk membentuk atau meningkatkan ketaqwaan setiap muslim (Q.S. 2: 183). Oleh karena itu marilah kita niat dengan ikhlas, lillahita’ala semata, sehingga dengan niat ini kita mencapai target dan tujuan dari shaum dan amaliyah ramdhan lainnya yang telah diwajibkan dan disunahkan atas kita. Amaliyah ramadhan yang utama adalah shaum, insya Allah amaliyah yang utama ini telah maklum _tanpa perlu penekanan dan penjelasan. Selanjutnya yang perlu mendapat perhatian dan penekanan dalam amaliyah ramadhan adalah:

Pertama, marilah kita berinteraksi dengan al-qur’an dengan usaha yang sungguh-sungguh. Minimal membaca al-qur’an dengan tartil dan selama bulan ramadhan khatam 30 juz. Kemudian, memaksimalkannya dengan tadabur dan tafakur.

Kedua, marilah kita melaksanakan qiyam ramadhan (shalat tarawih), amaliyah ini adalah amaliyah yang ditekankan oleh rasulullah SAW, sabdanya menegaskan;

من قام رمضان إيمانا واختسابا غفرله ماتقدم من ذنبه

Barangsiapa yang melakukan qiyam ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Mutfaq alaih)

Ketiga, marilah kita memperbanyak Dzikir, Do’a dan Istighfar. Inilah amaliyah ramadhan yang cukup ringan tetapi sarat makna dan nilai. Saat mustajab dalam berdoa dan beristighfar adalah: 1) menjelang dan saat berbuka; 2) diwaktu sepertiga malam; 3) beristighfar di waktu sahur; dan 4) shalat 2 rakat di waktu fajar.

Keempat, marilah kita berkorban harta, yaitu ber-shadaqah dan berinfaq dengan maksimal, serta berzakat sesuai syariat. Rasulullah bersabda;

افضل الصدقة صدقة رمضان

“sebaik-baik shadaqah yaitu shadaqah di bulan ramadhan” (HR. Baihaqi, dan Tirmidzi)

Kelima, marilah kita menuntut ilmu dan menyampaikannya. Insya allah setelah waktu subuh, setelah waktu dzuhur dan menjelang berbuka adalah waktu yang baik untuk menuntut ilmu atau menyampaikannya.

Keenam, marilah kita ber-i’tikaf. amaliyah I’tikaf adalah puncak ibadah di bulan ramadhan yaitu sebuah amaliyah untuk ber-taqarrub kepada Allah di masjid. Rasulullah bersabda:

ان النّبي صلّ الله عليه وسلّم اذا دخل العشر شدّ مئزره وأحيا ليله وايقظ اهله

“Rasulullah SAW ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari Muslim).

Ketujuh, marilah kita menyongsong lailatul qadr. Amaliyah ini adalah amaliyah yang diisyaratkan oleh nas dan sunnah, bahwa setiap muslim jika ia berusaha menyongsongnya, maka ia akan mendapati malam anugerah tersebut dan mendapat kemuliaan-Nya. Rasulullah bersabda: “carilah di sepuluh terakhir bulan ramadhan, dan carilah pada hari kesembilan, ketujuh, dan kelima…” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Baihaqi). Kemudian, ketika mendapatkannya, Rasulullah mengajarkan doanya:

اللّهمّ انّك عفوّ تحبّ العفو فاعف عنّى

Kedelapan, marilah kita berumroh. Untuk amaliyah ini adalah salah satu amaliyah yang baik jika dilaksanakan pada bulan ramadhan. Akan tetapi mengingat jauhnya jarak, maka ini merupakan seruan bagi yang mampu untuk melaksanakannya. Riwayat menegasakan, ”…apabila datang bulan ramadhan, hendaklah ia melakukan umroh, karena nilainya setara dengan haji bersama rasulullah SAW”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kesembilan, marilah kita menjaga keseimbangan dalam beribadah. Ibadah adalah kewajiban yang wajib dilaksanakan, akan tetapi mengurus keluarga dan ibadah social lainnya, juga adalah kewajiban, maka solusinya adalah kesimbangan di dalam melaksanakan semua kewajiban, sebuah riwayat dari Aisyah dan Ummu Salamah RA, menegasakan “bahwa Rasulullah SAW adalah seorang tokoh yang paling baik untuk keluarga, dimana selama bulan ramadhan tetap selalu memenuhi hak-hak keluarga beliau, bahkan ketika Rasulullah sedang berada dalam puncak ibadah shaum yakni I’tikaf”. Termasuk dalam lingkup amanat yang kesembilan ini, bahwa sehubungan kita Umat Islam Bangsa Indonesia masih memikul kewajiban berjuang bagi tegaknya Negara Islam Indonesia, maka kewajiban berjuang inipun tetap harus dijalankan sebagaimana mestinya.

Wahai Ummat Islam Bangsa Indonesia seluruhnya  !!!, ketahuilah bahwa “orang yang berpuasa Ramadhan karena iman dan hanya berharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan dasar hadits inilah, bulan ramdalan itu adalah bulan maghfirah. Marilah kita meraihnya, sehingga tidak ada lagi beban dosa di masa lalu. Dan Rasulullah menegaskan; “ sesungguhnya disetiap hari dan malam bulan ramadhan dari Allah SWT ada pembebasan dari api neraka. Dan bagi setiap muslim jika ia berdoa dengannya maka akan diijabah”. (HR. Ahmad).

Saya, Muhammad Yusuf Thahiry, Imam/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia mengucapkan, selamat menunaikan shaum ramadhan sebagai kewajiban syariat atas setiap muslim mukallaf, dan semoga berkesanggupan menunaikan amaliyah ramadhan lainnya, sehingga sepeninggal bulan ramadhan, kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang bertaqwa, amiin.

Walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin

Bismillahi…. Allahu Akbar!

 

Mardhatillah,   25 Sya’ban   1439 H / 09 Mei  2018 M

KOMANDEMEN TERTINGGI APNII

Imam/Plm.T.APNII

 

ttd

(Muhammad Yusuf Thahiry)

 

Dipublikasikan oleh :  Majelis Penerangan KT-APNII

Catatan :

Pemerintah NKA-NII telah menetapkan  :

  1. Awal Ramadlan 1439 H; tanggal 1 Ramadlan 1439 H jatuh pada hari Kamis, bertepatan dengan tanggal 17 Mei 2018 M
  2. ‘Iedul Fithri 1439 H; tanggal 1 Syawal 1439 H jatuh pada hari Jum’at, bertepatan dengan tanggal 15 Juni 2018 M
  3. ‘Iedul Adha 1439 H; tanggal 10 Dzulhijjah 1439 H jatuh pada hari Rabu, bertepatan dengan tanggal 22 Agustus 2018 M
  4. Bahwa penentuan 1 Ramadhan 1439 H dan 1 Syawal 1439 H serta 10 Dzulhijjah 1439 H sebagaimana dijelaskan di atas adalah berdasarkan hisab. Apabila hilal dapat dilihat di akhir Sa’ban dan di akhir Ramadlan, maka awal Ramadlan dan ied fitri didasarkan kepada ru’yatul hilal (tampaknya hilal).

Apabila ada perubahan jatuhnya waktu awal Ramadlan dan ied fitri berdasarkan ru’yatul hilal, hendaklah tiap-tiap jama’ah berusaha untuk mendapatkan informasi perubahan tersebut.

 

Majelis Penerangan KT APNII

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s