Khutbah Imam / Plm.T.APNII Menyambut Ramadhan 1440 H

السلام علیکم ورحمة الله وبرکاته

الحمد لله رب العلمین و الصلوة والسلام علی سیدالأنبیاء والمرسلین محمد وعلی آله وأصحابه أجمعین وبعد

 

Alhamdulillahi rabbil ‘aalmaiin, Insyaa Allah telah dimaklum, bahwa kewajiban shaum ramadhan diakhiri dengan shalat ied fitri yang bersifat sunnah muakadah. Hal itu dimaknai sebagai hari kemenangan bagi ummat Islam, setelah satu bulan penuh berjuang menunaikan kewajiban syari’at dengan target mencapai kualitas muttaqien. Syari’at Islam dalam kaitannya dengan ibadah di bulan ramadhan ada yang bersifat wajib dan ada yang bersifat sunnah, dan itu merupakan washilah untuk mencapai kualitas dari shaum-nya seorang mukmin. Oleh karena itu, marilah kita sambut shaum ramadhan tahun 1440, dengan melaksanakan yang wajib dan yang sunnah sebagai momentum dalam meningkatkan kualitas diri, atau sebagai titik tolak revolusi syahsiyyi, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Imam Asy-Syahid, S.M. Kartosoewirjo rahimahullah.

Suratul baqarah ayat 183 merupakan dalil atas wajibnya shaum ramadhan bagi orang-orang yang beriman. Pada ayat tersebut ditegaskan, bahwa target shaum adalah, “la’allakum tattaquun”, artinya “supaya kamu bertakwa”. Dari hal ini dapat dipahami, bahwa shaum ramadhan dengan segala bentuk kewajiban yang terkait dengannya, ada yang bersifat wajib dan sunnah. Dan itu merupakan suatu proses yang harus djalani oleh orang-orang yang beriman sebagai upaya untuk mencapai takwa. Dan kemudian, Allah SWT menegaskan dalam nas ini “…kamaa kutiba alaladzina minqablikum…”, maknanya konsep shaum sebagai washilah untuk mencapai takwa telah teruji dan membuahkan hasil yang sempurna, sebagaiman terbukti dalam sejarah, bagaimana peradaban umat manusia yang berada dalam pimpinan para nabi dan rasul serta generasinya di masa terdahulu. Oleh karena itu, bagi ummat Islam di masa kini, yakinilah dan laksanakanlah, karena konsep shaum adalah konsep yang unggul dalam membentuk kualitas manusia. Bahkan shaum dan shalat merupakan penolong, atau shaum dan shalat itu merupakan suatu konsep (minhaj) untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT dari kesulitan apapun yang dihadapi oleh orang-orang yang beriman. Terkait hal ini ditegaskan dalam nas-Nya; “ista’inuu bishabri wash-shalaah… _mintalah pertolongan kepada Allah dengan shabar dan shalat”. Istilah shabar dalam ayat ini, menurut Mujahid dalam tafsir Ibnu Katsir bermakna shaum.

Insya Allah, bagi setiap ummat Islam yang melaksanakan shaum di bulan ramadhan dengan tidak meninggalkan hal-hal yang wajib dan yang sunnah dalam lingkup amaliyah ramadhan secara ikhlas dan istiqamah, akan mendapati lailatul qadr sebagai malam anugerah ilahi, yaitu malam pengharagaan dari Allah SWT secara langsung, di dalamnya akan didapati curahan karunia ilahi yang akan dirasakan oleh hamba-Nya yang mampu mencapai kadar atau kualitas dari target shaum-nya. Pahamilah, kemuliaan yang dirasakan oleh hamba Allah yang bertaqwa, bukan hanya akan dinikmati diakhirat, akan tetapi di dunia pun akan merasakannya. Realitas ini, termasuk dalam lingkup yang di-khabar-kan oleh nas yang menegaskan; “inna akramakum ‘indallahi atqaakum…”.

Syahru ramadhan sering dimaknai sebagai syahru riyaadhah; tegasnya, shaum ramadhan dengan segala bentuk amaliyah yang menyertainya merupakan pendidikan dan pelatihan langsung dari Allah SWT kepada umat Islam yang terukur dan terarah, dilaksanakan secara serempak di waktu yang sama diseluruh belahan bumi di manapun umat Islam berada, tujuannya adalah ibadah kepada Allah SWT dan targetnya taqwa. Sungguh sangat luar biasa, apabila ummat Islam bangsa Inodnesia mencapai target kualitas dari pendidikan dan pelatihan ini. Mengapa luar biasa?; pertama, penyelenggara dan penilai dari pendidikan dan pelatihan ini adalah langsung Allah SWT; kedua, karena peserta pendidikan dan pelatihan dengan target takwa ini berskala dunia, yang diikuti oleh milyaran umat Islam di muka bumi; dan ketiga, predikat yang akan disandang oleh ummat Islam yang mampu mencapai targetnya adalah al-muttaqien. Dengan tantangan dan kewajiban ini, mungkin boleh dipertanyakan, sanggupkah ummat Islam bangsa Indonesia bersaing dengan ummat Islam lainnya di dunia dalam kebaikan ini? Semoga kita memiliki semangat, siap berjuang dan mampu mencapai target yang telah ditentukan Allah SWT dalam syari’at-Nya.

Syahru ramadhan dengan takwa sebagai targetnya merupakan suatu riyaadhah yang menentukan bagi ter-sibghah atau terkadernya ummat islam sebagai ummat terbaik. Bagi Ummat Islam Bangsa Indonesia tentu diwajibkan untuk mengikuti riyaadhah ini, dan sangat diharapkan mampu mencapai targetnya, sehingga ummat Islam bangsa Indonesia termasuk dalam kriteria yang dimaksudkan oleh nas, yang menegaskan; “kuntum khaira ummatin ukhrijat linnasi ta’muruuna bilma’ruuf watanhauna ‘anilmunkar watu’minuna billahi… _kamu adalah ummat terbaik yang ditampilkan kepada masyarakat, (untuk) memerintahkan kepada yang baik dan mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah…”. Takwa merupakan tantangan dan kewajiban yang harus dicapai oleh setiap mukmin, sehingga setiap mukmin yang termasuk dalam bingkai khairu ummat. Dan pada akhir kemudiannya, akan ditampilkan oleh Allah sebagai seorang pelopor, penggerak, dan penyelesai tsauratul islam, baik dalam skala lokal di Indonesia dan dalam skala global di Dunia. Semoga Allah SWT memperjalankan ummat Islam Bangsa Indonesia menjadi bagian dari pembebasan baitul maqdis dan baitulllah yang sedang berada dalam kendali kafirin wal muysrikin laknatullah. Dan sebelum itu, semoga Allah memberikan pertolongan kepada Ummat Islam Bangsa Indonesia dalam perjuangannya untuk mencapai de facto dan de jure-nya Negara Islam Indonesia, sehingga segala macam penjajahan dan perbudakan lenyap dari muka bumi Indonesia, kemudian terusirnya musuh Allah, musuh agama, dan musuh Negara dari Indonesia, hingga kemudian hukum Islam tegak di muka bumi Indonesia. Dan untuk sampainya pertolongan Allah SWT yang dimaksud, marilah kita tuntaskan program ats-tsaurah wa I’daduha, yang programnya telah dimaktubkan dalam Pedoman Umum program Perjuangan Negara Islam Indonesia.

Oleh karena tujuan shaum adalah ibadah kepada Allah SWT dan merupakan riyaadhah untuk mencapai takwa, maka ied fitri sebagai hari kemenangan, maknanya adalah perayaan atas suksesnya ummat Islam di dalam mencapai tujuan shaum dan target riyaadhah, juga karena inilah yang menjadi sebab agar bergembira dan disunahkan ber-shilaturahmi di hari kemenangan. Dan tradisi “lebaran” yang konsumtif dan sudah membudaya serta menjadi pertarungan gengsi, semoga dapat ditinggalkan, karena itu mendekati tabdzir. Dan kemudian, semoga ummat Islam bangsa Indonesia termasuk orang-orang yang pandai bersyukur kepada Allah SWT dengan segala nikmat yang telah dianugerahkan.

Selanjutnya,

Kami, Pemerintah Negara Islam Indonesia, mengumumkan kepada Ummat Islam Bangsa Indonesia, bahwa berdasarkan hisab, jatuhnya 1 ramadhan tahun 1440 H bertepatan dengan tanggal 6 Mei 2019 M, sebagaimana telah dimaktubkan dalam kalender. Dan sehubungan dengan hal ini, penting diperhatikan berkenaan dengan tampak dan tidak tampaknya hilal pada akhir bulan sya’ban, karena hal itu merupakan petunjuk langsung untuk memulai shaum ramadhan. Insya Allah tidak ada perbedaan antara hisab dan tampaknya hilal. Dan kemudian, diperintahkan kepada para pimpinan di seluruh jajaran struktural maupun fungsional Negara Islam Indonesia, agar menampilkan diri sebagai teladan dan memberikan bimbingan kepada ummat Islam di dalam melaksanakan kewajiban shaum ramadhan, sehingga para pimpinan bersama ummat sampai pada target kualitas yang telah ditentukan Allah SWT dalam shaum tahun ini.

Dan pada kesempatan ini pula, kami sampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran mas’ul dan ummat, baik sebagai pribadi dan keluarga maupun sebagai Imam-Plm.T.APNII, semoga kita di dalam melaksanakan shaum ramadhan mendapat ampunan Allah SWT atas berbagai kelemahan, kekeliruan, dan kesalahan di dalam melaksanakan hak dan kewajiban memimpin Negara Islam Indonesia. Dan kami, mengucapkan; “selamat menunaikan ibadah shaum ramadhan di tahun ini, semoga ibadah kita mencapai kualitas terbaik”. Amiin.

Bismillahi…. Allahu Akbar!

Walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

Mardlatillah, 25 Sya’ban 1440 H / 1 Mei 2019 M

KOMANDEMEN TERTINGGI APNII

Imam / Panglima Tertinggi APNII

ttd

Muhammad Yusuf Thahiry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s